Kenapa Negara Tidak Mencetak Uang Sebanyak-banyaknya

Ada saatnya kita berandai-andai soal uang, apa lagi ditambah dengan berita yang sering kita baca dan dengar bahwa negara kita memiliki banyak hutang. Terlintaslah pikiran kenapa negara tidak mencetak uang sebanyak-banyaknya, kemudian untuk mebayarkan hutang dan membagikannya kepada masyarakat yang tidak mampu untuk mengentaskan kemiskinan, dengan begitu masalah selesai.

Apa yang dikatakan atau angan-angan yang kita miliki tidak akan menyelesaikan masalah justru akan menambah urusan yang mungkin lebih dari sekedar hutang dan kemiskinan. Kenapa pemerintah tidak mencetak uang yang banyak karena ada beberapa alasan besar jika itu dilakukan.

Kenapa Negara Tidak Mencetak Uang Sebanyak-banyaknya

Kenapa Negara Tidak Mencetak Uang Sebanyak-banyaknya


Setiap negara akan selalu menjaga dengan ketat peredaran uang, bahkan ada juga yang membatasinya dengan menarik sejumlah uang yang beredar, apa alasannya? Simak artikel ini untuk membuka wawasan kita tentang uang kenapa tidak dicetak dalam jumlah bayak saja.

- Nilai

Di setiap negara tidak hanya Indonesia yang menjaga nilai tukar, bila dalam logika barang semakin banyak barang tersebut yang beredar dipasaran maka hasilnya barang itu akan murah, begitu juga sebaliknya jika jarang maka nilainya akan mahal.

Bila terjadi banyaknya uang yang beredar maka dampaknya akan dirasakan oleh orang satu negara ini.

- Jika seluruh masyarakat diberi uang oleh pemerintah

Mengacu pada judul kenapa negara tidak mencetak uang yang banyak, untuk diberikan pada keluarga kurang mampu misalnya, dengan harapan untuk mengentaskan kemiskinan untuk mengatasi masalah. Ternyata hal tersebut tidak bisa menyelesaikan masalah karena berakibat banyaknya yang berhenti melakukan pekerjaan yang biasanya dilakukan, seperti berkebun, berternak, dan sebagainya itu akan berhenti karena sudah punya banyak uang.

Orang yang sudah banyak gampang butuh apa saja tinggal beli, kenapa harus bekerja di ladang uang sudah banyak? Karena negara mencetak uang banyak akhirnya akan mensuplai kebutuhan uang ke masyarakat terus menerus.

Akibat yang akan ditimbulkan bernama Inflasi, kita mengambil sebuah contoh banyaknya petani kecil yang berhenti mencari uang dengan bertani karena sudah cukup uang, dan tindakan itu akan menyebabkan kelangkaan bahan makanan hasil pertanian.

Berarti semua harga hasil pertanian akan melambung tinggi karena tidak ada stok yang cukup, efeknya apa harga kebutuhan lain akan mengikuti kenaikan tersebut, itu yang baru satu yang dibahas soal dampak di sisi pertanian, bagaimana jika semua profesi melakukan hal yang sama seperti buruh bangunan, saking langkanya pekerja jika ada pun harganya pasti akan mahal sekali.

Tapi bagaimana dengan Negara mencetak uang banyak dan masyarakat tetap bekerja?


Jika pemerintah tetap mencetak uang sebanyak-banyaknya dan dibagikan ke masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan dengan syarat orang tersebut harus tetap bekerja seperti biasanya apa ini solusi?

Jawabannya tetap saja tidak bisa dan itu bukan solusi, karena bila tindakan itu tetap dilakukan mengakibatkan peredaran uang terlalu banyak, gampangnya kita buang uang saja tidak masalah karena sudah banyak uang. Tentu itu akan mengakibatkan harga barang akan naik berkali lipat, kemudian nilai tukar terhadap uang asing juga akan ikut melemah.

Artinya perekonomian negara akan kacau, semua bahan untuk mencetak uang dapat beli dan yang menjual justru mencari uang tapi ketika jarang yang menjual bahan tersebut juga akan terasa percuma zonk.

Mencetak uang sebanyak-banyaknya untuk bayar utang negara saja bagaimana?

Seandainya pemerintah mencetak uang jumlah banyak untuk membayar hutan negara mungkin bisa kali ya, tentu bisa kalau tidak memikirkan dampak yang akan terjadi, berikut ini dampaknya.

Mata uang kita (rupiah) itu tidak seperti dolar yang hampir seluruh negara bisa menerimanya menjadi alat pembayaran, jadi kalau negara kita ingin membayar ke negara asing harus menukar dulu menjadi dolar, berarti akan banyak permintaan uang dolar yang sengaja dilakukan oleh negara kita, akibatnya sudah tau bukan nilai tukar rupiah akan lemah karena dolar mulai langka, dampaknya akan terkena semua satu negara ini.

Dampak lain yang diakibatkan oleh tukar rupiah yang menurun adalah jumlah utang yang seperti bertambah besar sebagai contoh harga USD 1 dolar anggap Rp 14.000  dan hutang negara anggap 100 Triliun hutang tersebut akan terasa lebih dari itu karena dampak nilai tukar rupiah yang turun misal 1 dolar menjadi 20.000 naik karena banyak permintaan maka kita harus membayar 100 x 20.000.

Akibat oleh tindakan itu lagi-lagi akan merusak tatanan perekonomian kita, seperti banyak PHK, ekspor, impor juga akan bermasalah, bayangkan butuh berapa lama untuk memperbaiki masalah tersebut?

Penutup

Gampangnya begini, misal biasanya anda membeli air minum satu botol dengan harga Rp. 3.000-an maka dengan banyaknya uang yang beredar harga tersebut bisa saja 10 kali lipat naiknya, semua karena orang banyak uang itu pun kalau masih ada yang jualan. Bagaimana masih seandainya negara mencetak uang sebanyak-banyaknya?

Belum ada Komentar untuk "Kenapa Negara Tidak Mencetak Uang Sebanyak-banyaknya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel