Melirik 7 Perbedaan Sistem Pendidikan Negara Jepang dengan Indonesia

Negeri sakura yang terkenal dengan orang-orang disiplin dan cerdas, tidak jarang orang Indonesia ingin mengenyam pendidikan karena sistem peraturan yang begitu bagus. Bukan hanya sistem pendidikan saja yang terbaik, di Jepang yang memiliki keunikan dengan berbagai kemajuan teknologi, kebudayaan, kebersihan, transportasi hingga makanan.

Membuat orang berlomba-lomba ingin kesana untuk menempuh pendidikan, tidak sedikit anak muda Indonesia punya kesempatan belajar di Jepang. Karena dengan pendidikan sebagai tolak ukur kemajuan sebuah Negara.

Melirik 7 Perbedaan Sistem Pendidikan Negara Jepang dengan Indonesia

Berikut ini 7 Perbedaan Sistem Pendidikan Negara Jepang dengan Indonesia


1. Belajar sopan santun dan adab

Sekolahan di Jepang untuk peserta didik setara sekolah dasar (SD) tidak ada namanya ujian untuk kenaikan kelas sebelum murid tersebut di kelas 4, karena pada saat kelas 1-3, murid hanya belajar membangun karakter, perilaku yang baik.

2. Waktu Sekolah

Jam mulai masuk 8 pagi dan waktu pulang jam 3 sore, perbedaannya di Indonesia masuk mulai jam 7 pagi pulangnya ada yang sampai sore ada juga yang jam 2an semenjak peraturan jam sekolah diberlakukan.

Kemudian di Jepang ketika ada yang terlambat masuk sekolah, hukuman disana yaitu siswa harus membuat surat perjanjian yang isinya tidak akan mengulangi keterlambatan lagi. Bila perjanjian itu dilanggar maka siswa akan terkena hukuman skorsing.

Di Indonesia sendiri bermacam-macam hukumannya dulu ada yang disuruh berdiri sambil hormat ke bendera, ada juga yang disuruh lari berputar lapangan sekolah dan membersihkan WC juga ada.

3. Pelajaran Disiplin dan Etika

Seperti yang dijelaskan pada poin pertama, bahwa siswa di Jepang baru akan mengikuti ujian pelajaran sekolah pada kelas 4 SD, sedangkan selama 3 tahun sekolah hanya fokus pada pembelajaran sopan santun dan tatakrama.

Berbeda dengan di Indonesia, sepertinya mulai memudar namanya tatakrama sopan santun pada guru, buktinya marak kasus murid melawan guru hingga guru dilaporkan ke polisi dan lain sebagainya.

4. Cara melihat kemampuan siswa

Sekolahan di Indonesia melihat kemampuan siswa dilihat dari faktor individu siswa, berbeda dengan di Jepang siswa disana selalu naik kelas melihat dari nilai yang ia dapatkan dari ulangan. Menurut sumber bahwa nilai ulangan disana hanya akan digunakan pada saat mereka mau masuk sekolah menengah dan Universitas nanti.

5. Jumlah mata pelajaran

Jumlah mata pelajaran sekolah di Jepang lebih sedikit dibandingkan di Indonesia katanya sih agar siswa lebih fokus dan tidak tertekan karena banyaknya yang harus dipelajari.

6. Transportasi Siswa

Perbedaan yang ini mungkin yang paling mencolok, siswa di Jepang dari tingkat dasar hingga menengah dilarang keras memakai kendaraan bermotor baik sepeda motor maupun mobil, kendaraan umum seperti bis sekolah untuk sekolah tingkat kanak-kanak dan sekolah dasar.
 
Perbedaan yang ini mungkin yang paling mencolok, siswa di Jepang dari tingkat dasar hingga menengah dilarang keras memakai kendaraan bermotor baik sepeda motor maupun mobil, kendaraan umum yang menjadi alat transportasi disana baik bis, kereta hingga menggunakan sepeda, tidak jarang juga yang memilih untuk jalan kaki menuju sekolahan.

7. Kebersihan lingkungan sekolah


Seperti yang sering kita lihat di Jepang ikan-ikan saja di selokan banyak sekali dan terlihat indah dipinggir jalanan umum, begitu juga dilingkungan siswa yaitu sekolahan karena disana tidak selalu mengandalkan kebersihan sekolah kepada petugas kebersihan.

Sikap gotong royong yang masih kental setelah lonceng tanda waktu belajar habis sekitar jam 3 sore, siswa dengan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah, mulai dari kelas, toilet, dan tangga.

7 Perbedaan ini, bisa kita ambil nilai positifnya bahwa dunia pendidikan sangat penting ada perhatian dari berbagai pihak, bukan berarti di Indonesia semuanya tidak bagus sistem pendidikannya, ada juga yang sedang berjuang menuju kearah lebih maju lagi.



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel